Perlindungan sosial kini memasuki era digital. Pemerintah terus mengembangkan Portal Perlindungan Sosial atau Perlinsos Digital untuk membuat proses pendaftaran dan verifikasi calon penerima bantuan sosial menjadi lebih cepat, terintegrasi, dan tepat sasaran.

Melalui sistem ini, masyarakat dapat mengajukan bantuan sosial secara mandiri, melakukan verifikasi identitas, memantau status pengajuan, hingga menyampaikan sanggah apabila terdapat data atau kondisi yang belum sesuai.

Lantas, apa sebenarnya Perlinsos Digital, bagaimana cara kerjanya, dan bagaimana cara mendaftar bantuan sosial melalui portal tersebut?

Apa Itu Perlinsos Digital?

Perlinsos Digital adalah sistem digital terintegrasi yang dikembangkan pemerintah untuk mendukung proses perlindungan sosial, khususnya dalam pendataan, pendaftaran, verifikasi, dan pengelolaan calon penerima bantuan sosial.

Portal ini dibangun sebagai bagian dari ekosistem Digital Public Infrastructure (DPI) dan menghubungkan berbagai sumber data pemerintah untuk membantu proses verifikasi penerima manfaat. Dengan keterhubungan tersebut, proses verifikasi tidak hanya mengandalkan satu sumber data, tetapi dapat menggunakan informasi yang relevan dari berbagai instansi sesuai kebutuhan dan kewenangannya.

Kemkomdigi menjelaskan bahwa data seperti informasi kependudukan, status pekerjaan, kepemilikan aset, hingga penggunaan listrik dapat digunakan untuk membantu menghasilkan data penerima bantuan yang lebih akurat. Sistem pertukaran data tersebut difasilitasi melalui Sistem Penghubung Layanan Pemerintah (SPLP), sementara data tetap berada pada instansi pemiliknya.

Dengan pendekatan ini, digitalisasi Perlinsos tidak sekadar membuat layanan bansos menjadi online. Tujuan utamanya adalah membangun proses perlindungan sosial yang lebih terintegrasi, cepat, akurat, transparan, dan dapat ditelusuri.

Mengapa Pemerintah Mengembangkan Perlinsos Digital?

Persoalan data menjadi salah satu tantangan terbesar dalam penyaluran bantuan sosial. Di satu sisi, masih terdapat masyarakat yang sebenarnya memenuhi kriteria tetapi belum menerima bantuan. Di sisi lain, kondisi sebagian penerima dapat berubah sehingga data yang digunakan tidak lagi menggambarkan keadaan terkini.

Situasi tersebut dapat menimbulkan inclusion error maupun exclusion error. Karena itu, pemerintah memperkuat integrasi data agar proses penentuan penerima bantuan dapat dilakukan berdasarkan informasi yang lebih mutakhir dan terverifikasi.

Perlinsos Digital dirancang untuk membantu mengurangi persoalan tersebut. Masyarakat dapat melakukan pendaftaran secara mandiri, sementara sistem membantu proses verifikasi dengan menghubungkan data dari berbagai sumber pemerintah.

Digitalisasi juga membuat proses yang sebelumnya membutuhkan waktu jauh lebih panjang menjadi lebih singkat. Dalam pelaksanaan uji coba, pemerintah menyebut proses verifikasi melalui infrastruktur digital dapat berlangsung dalam hitungan menit. Media SinPo juga melaporkan bahwa proses pendaftaran dan verifikasi yang sebelumnya dapat memakan waktu hingga 200 hari ditargetkan dapat dipangkas menjadi sekitar lima menit pada sisi proses digitalnya.

Apa Saja yang Bisa Dilakukan di Portal Perlinsos?

Portal Perlinsos Digital tidak hanya digunakan untuk mengajukan bantuan sosial. Sistem ini dirancang untuk menangani beberapa tahapan dalam proses perlindungan sosial secara digital.

  • Pendaftaran mandiri sebagai calon penerima program bantuan sosial.
  • Verifikasi identitas menggunakan Identitas Kependudukan Digital (IKD) dan verifikasi biometrik.
  • Pengajuan program bantuan yang tersedia dalam portal, termasuk PKH dan BPNT.
  • Pemantauan status pengajuan setelah proses pendaftaran dilakukan.
  • Mekanisme sanggah apabila kondisi masyarakat belum tercermin dengan tepat dalam data yang digunakan.

Pemerintah juga menyiapkan dua pendekatan layanan, yaitu self-service bagi masyarakat yang dapat menggunakan layanan digital secara mandiri dan assisted service bagi masyarakat yang membutuhkan pendampingan.

Program Bansos Apa yang Bisa Diajukan?

Dalam Portal Perlinsos Digital, masyarakat dapat mengajukan program bantuan sosial yang tersedia pada sistem. Salah satunya adalah Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).

Pengguna dapat memilih program yang tersedia sesuai kondisi dan pilihan yang ditampilkan dalam portal. Namun, melakukan pendaftaran tidak otomatis berarti seseorang pasti menerima bantuan.

Penentuan kelayakan tetap dilakukan berdasarkan ketentuan dan formula yang berlaku pada Kementerian Sosial. Sistem digital berfungsi membantu proses pendaftaran, pertukaran data, serta verifikasi, bukan menetapkan penerima bansos secara sepihak.

Syarat dan Persiapan Sebelum Mendaftar

Sebelum melakukan pendaftaran, pastikan data identitas dan informasi pendukung yang diperlukan sudah tersedia serta sesuai dengan kondisi sebenarnya.

Salah satu hal penting yang perlu diperhatikan adalah penggunaan Identitas Kependudukan Digital (IKD). Proses masuk ke Portal Perlinsos dilakukan melalui IKD dan dilengkapi dengan verifikasi biometrik wajah untuk memastikan identitas pengguna.

Selain itu, dalam proses pengajuan program, pengguna dapat diminta memasukkan data pendukung tertentu, termasuk ID pelanggan PLN 12 digit. Karena itu, sebaiknya siapkan informasi yang diperlukan sebelum memulai proses pendaftaran agar pengajuan dapat dilakukan dengan lancar.

Cara Login ke Portal Perlinsos Digital

Langkah pertama sebelum mengajukan bantuan sosial adalah masuk ke Portal Perlinsos menggunakan IKD.

  1. Buka Portal Perlinsos resmi melalui situs pemerintah.
  2. Pilih opsi “Masuk Dengan IKD”.
  3. Sistem akan mengarahkan pengguna ke aplikasi Identitas Kependudukan Digital (IKD).
  4. Lakukan verifikasi biometrik wajah sesuai instruksi pada sistem.
  5. Setelah verifikasi berhasil, pengguna akan diarahkan kembali ke halaman utama Portal Perlinsos dalam kondisi sudah login dan terverifikasi.

Proses verifikasi biometrik tersebut menjadi bagian penting untuk memastikan bahwa identitas yang digunakan benar-benar sesuai dengan pemilik identitas.

Cara Daftar Bansos PKH dan BPNT melalui Perlinsos Digital

Setelah berhasil login, masyarakat dapat melanjutkan proses pengajuan program bantuan sosial yang tersedia di portal.

  1. Buka halaman utama Portal Perlinsos.
  2. Klik menu “Daftar Program”.
  3. Pilih program bantuan sosial yang tersedia, seperti PKH, BPNT, atau keduanya.
  4. Baca syarat dan ketentuan pendaftaran dengan teliti.
  5. Setujui notifikasi terkait penggunaan data pribadi.
  6. Lakukan verifikasi data pemohon untuk memastikan informasi yang ditampilkan sesuai.
  7. Lengkapi data pendukung yang diminta oleh sistem, termasuk informasi seperti ID pelanggan PLN apabila diperlukan.
  8. Periksa kembali seluruh data sebelum mengirimkan pengajuan.
  9. Klik “Setuju dan Daftar”.
  10. Simpan atau unduh nomor pendaftaran/registrasi sebagai bukti bahwa pengajuan telah dilakukan.

Langkah tersebut memungkinkan masyarakat mengajukan bantuan secara mandiri tanpa harus melalui proses administrasi manual yang panjang. Panduan pendaftaran tersebut juga tercantum dalam informasi Indonesia Baik dan detikJatim mengenai Portal Perlinsos Digital.

Cara Cek Status Pendaftaran Bansos

Setelah pengajuan berhasil dikirim, masyarakat tidak perlu melakukan pendaftaran ulang hanya untuk mengetahui perkembangan permohonan. Status pengajuan dapat dipantau melalui Portal Perlinsos.

  1. Buka kembali halaman awal Portal Perlinsos.
  2. Periksa notifikasi terbaru mengenai perkembangan pendaftaran.
  3. Buka menu “Program Bantuan Anda”.
  4. Perhatikan status program yang ditampilkan.

Beberapa status yang dapat muncul antara lain “Tahap proses verifikasi”, yang menunjukkan bahwa pengajuan masih dalam proses pemeriksaan, serta “Aktif”, yang menunjukkan bahwa pendaftar telah dinyatakan layak dan terverifikasi berdasarkan proses yang berlaku.

Bagaimana Jika Data Tidak Sesuai?

Digitalisasi tidak berarti data yang tersedia selalu langsung sempurna. Kondisi sosial ekonomi masyarakat dapat berubah, sementara data membutuhkan proses pemutakhiran dan verifikasi.

Karena itu, pemerintah menyediakan mekanisme sanggah. Masyarakat yang merasa kondisi sebenarnya belum tercermin dalam data dapat menggunakan mekanisme tersebut sesuai prosedur yang tersedia.

Selain itu, masyarakat yang mengalami kesulitan melakukan pendaftaran secara mandiri dapat memperoleh bantuan dari agen pendamping yang disiapkan pemerintah. Pendampingan tersebut ditujukan untuk memastikan digitalisasi layanan tidak justru membuat masyarakat yang kurang terbiasa dengan teknologi kehilangan akses terhadap layanan sosial.

Perlinsos Digital dan Masa Depan Penyaluran Bansos

Perlinsos Digital menunjukkan bahwa transformasi digital pemerintah tidak berhenti pada pemindahan layanan manual ke sebuah situs atau aplikasi. Perubahan yang lebih penting terletak pada bagaimana data antarinstansi dapat terhubung untuk mendukung pelayanan publik yang lebih cepat dan akurat.

Dalam uji coba di Kabupaten Sleman, jumlah keluarga yang terverifikasi meningkat dari sekitar 3.000 pada awal Juli menjadi sekitar 61.000 keluarga per 7 Agustus 2026. Pemerintah juga mencatat sekitar 90 persen pendaftar awal melakukan proses pendaftaran secara mandiri.

Angka tersebut menunjukkan bahwa masyarakat mulai beradaptasi dengan model layanan perlindungan sosial berbasis digital. Namun, implementasi nasional tetap membutuhkan penguatan infrastruktur, edukasi masyarakat, pendampingan, keamanan data, serta koordinasi antarinstansi.

Pastikan Menggunakan Portal Resmi

Karena proses pendaftaran membutuhkan data pribadi dan identitas kependudukan, masyarakat perlu berhati-hati terhadap tautan yang mengatasnamakan program Perlinsos atau bansos.

Pemerintah mengingatkan masyarakat untuk hanya menggunakan kanal resmi dengan domain pemerintah, terutama .go.id, dan tidak memberikan data pribadi kepada pihak yang tidak jelas. Masyarakat juga perlu waspada terhadap pihak yang meminta biaya atau imbalan dengan mengatasnamakan pendaftaran bantuan sosial.

Perlinsos Digital pada akhirnya diharapkan dapat membuat proses perlindungan sosial menjadi lebih mudah diakses masyarakat sekaligus membantu pemerintah meningkatkan akurasi data penerima manfaat. Dengan proses pendaftaran, verifikasi, pemantauan, dan sanggah yang terintegrasi secara digital, penyaluran bantuan sosial dapat diarahkan agar semakin tepat sasaran dan transparan.